Ciri-Ciri Animea pada Anak


Jakarta, Orangtua kadang tidak menyadari gejala anemia yang muncul pada anak, padahal jika tidak ditangani bisa menimbulkan dampak buruk. Untuk itu waspadai gejala anemia pada anak.

“Jika anak sering lesu, sering mengantuk, maunya tidur, malas atau makan banyak tapi badannya kurus, bisa jadi itu tanda-tanda anemia,” ujar ahli gizi Dr Saptawati Bardosono disela-sela acara media workshop Ancaman Anemia Membayangi Anak-anak Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (18/10/2011).

Dr Tati menuturkan anak yang banyak makan tapi kok badannya tetap kurus kemungkinan mengalami cacingan, dan infeksi cacingan diketahui bisa menyebabkan anak menjadi anemia.

Hal ini karena cacing-cacing yang ada di dalam tubuh anak mengambil nutrisi yang masuk ke dalam tubuh termasuk zat besi sehingga menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi.

Kondisi lain yang bisa diperiksa orangtua pada anaknya adalah dengan memeriksa telapak tangan anak, jika telapak tangan yang sedikit ditekuk terlihat pucat maka kemungkinan ia mengalami anemia atau warna kuku yang terlihat pucat.

Jika menemukan kondisi tersebut, maka coba perhatikan pola makannya apakah sudah lengkap atau belum. Kalau belum maka berilah makanan yang kaya zat besi, jika masih kurang maka berilah makanan yang sudah difortifikasi (ditambahkan) zat besi, kalau masih kurang juga baru diberikan suplemen zat besi.

“Sebelum diberikan suplemen lakukan pemeriksaan hemoglobin untuk mengetahui nilainya atau bisa juga dengan memeriksakan feses untuk tahu anak cacingan atau tidak,” ujar Dr Tati yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

Dr Tati menambahkan anemia yang tidak tertangani bisa mengakibatkan anak sulit konsentrasi, prestasi sekolah atau olahraga yang menurun, menurunkan nilai IQ dan mudah lelah. Sumber zat besi ini bisa didapatkan dari daging merah, sayuran hijau serta kacang-kacangan, dan konsumsi vitamin C bisa membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Zat besi ini dibutuhkan untuk membantu proses pembentukkan sel darah merah dan juga membantu memetabolisme energi serta meningkatkan konsentrasi. Kebutuhan akan zat besi ini tergantung dari usia anak, umumnya untuk anak sekolah dibutuhkan 10 mg/hari.

Penyakit anemia biasanya terjadi karena jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobinnya berada di bawah normal, padahal sel darah merah ini berfungsi untuk membawa makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Jika terjadi anemia, maka distribusinya akan menjadi terhambat dan mempengaruhi kesehatan seseorang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s