Multivitamin Bukanlah ‘Dewa’ Gizi


DALAM sehari, tanpa kita sadari puluhan produk berseliweran di sekitar. Bisa lewat iklan di televisi, radio, papan reklame di pinggir jalan dan sebagainya. Kalau Moms diminta menyebutkan produk susu atau multivitamin untuk si kecil, daftarnya bisa panjang. Sepertinya prinsip teliti sebelum membeli harus benar-benar Anda terapkan. Alih-alih ingin memenuhi kebutuhan gizi si kecil, Anda justru “terjebak” dengan segala iming-iming promosi.
“Tiap anak jelas memiliki kebutuhan yang berbeda, sesuai dengan usia, berat badan, jenis kelamin, hingga aktivitas anak itu sendiri. Jadi jangan asal memilih suplemen jika tak tahu seberapa besar kebutuhan anak akan zat gizi penunjang pertumbuhan ini,” buka dr Soepardi Soedibyo SpA(K) MARS.

Seberapa Penting Suplemen?

Ada beberapa hal dasar yang harus dipertimbangkan sebelum Anda memberikan suplemen pada anak.

1. Moms harus paham apa sebenarnya yang dimaksud dengan suplemen, seperti yang dijelaskan Soepardi bahwa suplemen merupakan zat gizi yang diperlukan anak untuk tumbuh kembang optimal.

“Jika anak kekurangan zat protein maka jenis suplemen yang perlu diberikan adalah suplemen yang mengandung protein di dalamnya, namun pada umumnya yang dikategorikan dalam suplemen adalah zat gizi bentuk kecil yaitu vitamin dan mineral,” ungkapnya. Vitamin dan mineral sendiri dapat ditemukan dalam sayur-sayuran dan buah-buahan.

2. Moms harus mengetahui kapan anak dapat dinyatakan membutuhkan suplemen. Jika anak dalam kesehariannya tak mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah yang memadai, tandanya anak membutuhkan suplemen guna mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral bagi pertumbuhannya.

Namun jika zat gizi dalam bentuk makanan (sayur dan buah) sudah dikonsumsi dengan baik tiap harinya, minimal sebanyak 5 macam dan berwarna maka anak tak lagi membutuhkan suplemen untuk menambah asupan vitamin dan mineralnya.

Soepardi memberi contoh, “Jika orangtua memberikan sayur sop untuk anak, maka dengan sendirinya anak sudah mengonsumsi berbagai aneka sayur, sehingga Anda tinggal menambahkan buah dalam menu makan anak. Semua tergantung pada kreativitas orangtua dalam mengombinasikan menu makan anak agar semua asupan zat gizi terpenuhi.”

3. Suplemen tak dapat berdiri sendiri, harus ditunjang dengan zat gizi yang termasuk dalam makronutrien. Namun Moms jangan cepat berlega hati, jika anak tidak doyan makan jangan berpikir hanya memberikan anak suplemen saja tanpa asupan zat gizi lainnya. Karena untuk pertumbuhannya diperlukan  adanya protein, karbohidrat dan lemak.

Sangat perlu bagi orangtua mengatur asupan serta penyediaan zat gizi bagi anak. Kebutuhan kalori (makronutrien) untuk pertumbuhan anak haruslah seimbang, dalam arti asupan protein, lemak serta karbohidrat harus sama rata. Lemak pun tak boleh terlampau banyak, tidak boleh lebih dari 30 persen dari kalori kebutuhan anak, sedangkan protein berkisar antara 10-15 persen lalu sisanya berasal dari karbohidrat sebanyak 60 persen ditambah dengan zat gizi vitamin dan mineral (mikronutrien), jika hal tersebut terpenuhi barulah memungkinkan terjadinya pertumbuhan yang optimal pada anak.

Perhatikan Dosis!

Soepardi menyarankan, “Jika anak memang membutuhkan zat gizi tambahan yang berbentuk food supplement berikanlah yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Hindari suplemen seperti vitamin C 1000 mg, vitamin B1, B6, B12 yang semuanya tersaji dalam dosis tinggi. Memang jika dibutuhkan kadang anak dapat diberikan vitamin A dosis tinggi, tapi bila keadaan tak mendesak maka hal tersebut sangat tidak dianjurkan!”

Vitamin ada yang larut dalam lemak, ada pula yang larut dalam air. Jika jumlahnya terlampau banyak maka vitamin yang larut dalam air tersebut akan keluar bersamaan dengan air seni saat kita buang air kecil.

Lain halnya dengan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K) jika jumlahnya terlampau berlebihan maka akan ditimbun dalam tubuh kita, sehingga mengakibatkan keracunan atau intoksikasi. Jika hal tersebut terjadi maka efek samping yang akan dirasakan antara lain adalah anak menjadi gelisah, kulit kering, hingga yang terparah mengganggu pertumbuhan anak itu sendiri.

Demi menghindari kemungkinan di atas, ada baiknya jika orangtua berhati-hati, asupan kelima vitamin tersebut harus benar-benar diperhatikan dosisnya. Jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai kebutuhan zat gizi pada anak berkaitan dengan pemberian suplemen tambahan yang disinyalir dapat mengoptimalkan perkembangan anak maka Anda dapat berkonsultasi pada Dokter Spesialis Anak.

“Namun sesungguhnya jika orangtua ingin berkonsultasi pada dokter umum pun tak jadi masalah, karena doter umum pun dibekali dengan pengetahuan yang memadai mengenai asupan zat gizi yang dibutuhkan anak selama masa perkembangan hingga dapat menjawab rasa ingin tahu orangtua mengenai masalah tersebut,” tukas Soepardi.

Jangan Salah Kaprah!

Suplemen harus digunakan dalam porsi yang tepat. Justru yang sering terjadi salah kaprah yakni orang tua beranggapan kalau anaknya malas makan, kasih suplemen aja. Atau ada pula yang mengatakan supaya anak tambah gemuk, beri vitamin yang banyak. Wah, itu tidak benar! Pola makan dan aktivitas anaklah yang bisa bikin gemuk dan sehat.

Hal senada disampaikan dr. Fahrul W. Arbi, SpA, suplemen untuk anak-anak lebih diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Misalnya, untuk pertumbuhan tulang, tentunya anak membutuhkan kalsium yang baik. Dan itu bisa didapatnya dari vitamin D. Selain untuk tulang, kalsium juga dibutuhkan saat bayi mulai tumbuh gigi serinya yang pertama.

Ia melanjutkan, dalam pertumbuhan otot anak, mulai dari dia merangkak, berdiri, berjalan, sampai berlari, tubuhnya memerlukan protein, vitamin, dan mineral. Semua ini bisa diperolehnya lewat suplemen yang diberikan.

Tapi ingat, semua itu diberikan jika memang kandungan gizi yang berasal dari makanan kurang terpenuhi.

“Ingat, pemberian suplemen ini tidak bisa dikonsumsi secara berlebih. Toh, kelebihan suplemen tidak ada manfaatnya bagi tubuh anak. Malah kalau misalnya si anak kelebihan protein dan karbohidrat dapat menyebabkan obesitas,” imbuhnya.

Pertanyaan selanjutnya? Seberapa jauh suplemen itu dapat diabsorsi oleh tubuh, serta untuk kepentingan usia berapa suplemen itu diberikan kepada anak.

“Sebaiknya anak-anak diberikan suplemen dalam bentuk cairan. Atau kalau misalnya daya hisap si kecil sudah baik, bisa diberikan tablet hisap,” jawab Fahrul.

Herbal Belum Tentu Aman

“Tidak benar jika ada asumsi yang mengatakan sesuatu yang herbal atau alamiah sudah pasti dijamin aman. Apalagi jika produk tersebut tidak dicantumkan bahan-bahan kandungan serta efek sampingnya. Justru yang herbal inilah yang kita anggap rentan menimbulkan efek samping, karena herbal yang termasuk dalam obat-obatan tradisional ini belum diteliti secara klinis. Apapun yang akan dikonsumsi pastikan digunakan sesuai aturan pakai. Kami para dokter memang tak pernah menyarankan atau merekomendasikan penggunaan obat-obatan herbal karena yang beredar di pasaran banyak yang tidak jelas asal-usulnya, sehingga kita pun tak tahu apa efek yang mungkin ditimbulkan. Dari sekedar gatal-gatal hingga kelainan ginjal atau leukemia,” urai Soepardi.

Akan sangat sulit menuntut pihak mana yang harus bertanggung jawab jika pasien mendapat efek samping dari pemakaian suplemen, terutama yang berbentuk herbal yang tak jelas produsen pembuatnya.

“Seringkali dokter yang disalahkan jika terjadi keracunan dalam tubuh, padahal pasien tersebut memang tak menyadari bahwa proses intoksikasi telah berlangsung lama dalam tubuh dan telah memengaruhi fungsi organ-organ vital di dalamnya. Mengingat hal-hal tersebut maka saya menyarankan agar sebisa mungkin anak dalam usia pertumbuhan jangan ikut-ikutan orang dewasa dijejali berbagai suplemen.  Jangan mudah termakan informasi yang bertujuan promosi, apalagi jika belum teruji secara klinis. Perlu diketahui, sebagus apapun kandungan dan mutu food suplement yang beredar di pasaran masih jauh lebih baik jika kebutuhan zat gizi berupa vitamin serta mineral dicukupi melalui buah serta sayuran yang dikonsumsi anak,” tandasnya. (Sumber: Mom & Kiddie) (tty)

http://health.okezone.com/read/2012/02/11/483/573893/multivitamin-bukanlah-dewa-gizi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s