Pubertas Pada Anak


Pubertas adalah pertanda bahwa bocah yang awalnya polos mulai berkembang organ seksualnya. Pada anak yang mengalami pubertas dini, seringkali perkembangan mentalnya tidak secepat perkembangan fisiknya. Jika tidak dikontrol, gairah yang muncul bisa bikin berabe.

Umumnya anak perempuan mengalami pubertas pada usia 8-13 tahun sedangkan laki-laki usia 9-14 tahun. Namun sekarang ini tak jarang dijumpai anak-anak yang puber lebih cepat dari usia tersebut atau dikenal dengan pubertas dini.

“Pubertas dini dapat disebabkan oleh nutrisi anak yang lebih baik sehingga perkembangan fisiknya juga jadi lebih cepat. Selain itu, jika sudah terpapar tayangan yang memancing gairah seksual sejak dini juga dapat memicu anak lebih cepat matang secara seksual,” kata Dr. Nugroho Setiawan, MS, Sp.And spesialis andrologi dari RS Fatmawati kepadadetikHealth¬†seperti ditulis, Rabu (21/11/2012).

Kematangan organ reproduksi merupakan salah hal yang menyertai pubertas. Akibatnya mulai muncul dorongan untuk bereproduksi atau dorongan seksual. Namun karena jiwanya masih labil seperti halnya anak-anak, pubertas dini berisiko memicu remaja terjerumus dalam perilaku seks yang tak aman.

“Remaja ini organ seksualnya sudah matang, tetapi secara psikoseksual belum sehingga memperbesar kemungkinan melakukan perilaku seksual yang berisiko ataupun seks pra nikah,” imbuh dr Nugroho.

Untuk memperkecil risiko tersebut, dr Nugroho menyarankan agar remaja yang sedang puber diberi kegiatan atau aktivitas yang menyibukkan. Bisa dengan olahraga ataupun hobi sehingga membuat energi dan pikirannya dipenuhi oleh hal-hal yang produktif. Selain itu, tubuh sebenarnya secara alami sudah memiliki mekanisme berupa mimpi erotis.

Apabila aktivitas yang menyibukkan tersebut belum mampu membendung gairah remaja, maka sah-sah saja jika remaja melakukan masturbasi. Bukan berarti menyarankan mengajarkan anak-anak untuk bermasturbasi, namun orang tua ataupun guru harus bersiap memberikan penjelasan akan seksualitas jika anak bertanya.

“Biasanya anak-anak menemukan sendiri caranya bermasturbasi. Saat itulah orang tua perlu menjelaskan kepada anak apa yang sebenarnya dia alami. Orang tua harus terbuka kepada anak dan sebaliknya, jadi orang tua sebaiknya menjadi teman anak-anaknya agar anak mau berkomunikasi secara terbuka,” kata dr Nugroho.

Dr Nugroho menekankan peran orang tua amat penting bagi remaja, tak hanya remaja yang mengalami pubertas dini saja, melainkan para remaja secara keseluruhan. Untuk remaja dengan pubertas dini, orang tua memang agaknya perlu berupaya lebih keras karena tantangannya lebih besar dibanding remaja pada umumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s